Senin, 25 April 2016

FF ROMANCE BTS

Author: lulu sastarinda
tittle: My destiny
lenght: chaptered 1/2
genre: romance,angst,comedy
cast : Suga-BTS
Jimin-BTS
Lee EunMi-OC
Im Jaeun-OC
WARNING!! cerita aneh, penulisan gak sesuai EYD
.
.
.
.
.
.
.
HAPPY READING!!

Terlihat seorang gadis berparas cantik sedang bersenandung ria sambil membereskan meja dan kursi sebuah cafe yang sudah tutup. Bang Tan Cafe begitulah yang tertulis di depan cafe tersebut. Ia menghela nafas sesaat lalu membalut tubuhnya dengan jaket bulu hangat. Lalu mulai melangkahkan kaki jenjangnya keluar cafe tak lupa mengunci cafe tersebut terlebih dahulu. Drrrt.. drrrt.. gadis itu menghentikan pergerakannya karena mendengar ponselnya yang bergetar. Ia pun berjalan kembali sembari merogoh sakunya dan meletakkan telphone genggamnya di samping telinga. “ Yeoboseyo.. Jimin-ah wae?” tanya nya pada sang penelphone di sebrang. “ Ani, aku hanya ingin bertanya bagaimana dengan penawaranku tentang penyanyi baru di cafe mu? Aku sudah menunggu 3 hari, tapi kau tidak juga menghubungi ku, otte? Kau setuju?” tanya Jimin di sebrang sana. “ Ah.. astaga aku lupa, hehe.. bagaimana ya.. kau ajak saja teman mu itu ke cafe ku besok dan aku akan mempertimbangkannya, call?” tawar Eunmi-gadis itu. “ Hmm.. call, eoh.. Eunmi-ah aku..” ujar Jimin menggantungkan kalimatnya cukup lama. “ Kau wae?” tanya Eunmi bingung.  “Anni, eobseo aku.. hanya mengantuk hehe.. ya sudah ya, ku tutup dulu, jalja..” ujar Jimin dengan nada menyebalkan membuat Eunmi mendengus. “ Huh! Dasar, arraseo, jalja..” ujar Eunmi yang masih merasa kesal. Ia pun mengantongi kembali poselnya dan melangkahkan kaki jenjang berbalut jeans hitam itu menuju halte bus terdekat.
“fiuh..” Eunmi menghembuskan nafasnya kedinginan. Yah.. udara Seoul malam ini sepertinya sedang tak bersahabat dengannya, terlebih ia sudah menuggu 1 jam dan belum ada bus yang lewat. Oh, ayolah.. menunggu selama itu dengan udara yang dingin dan menusuk tulang, terlebih lagi ia hanya memakai kemeja putih yang tidak bisa dibilang tebal dibalik jaket bulunya, itu benar-benar menyebalkan. Ia meruntuki dirinya sendiri yang menolak bantuan Jaeun untuk membereskan cafe sekaligus tawaran gadis manis tadi untuk pulang bersamanya.
Salahkan saja ia yang lupa bahwa cafenya menggunakan penghangat ruangan, sehingga ia mengira udara malam ini tidak akan sedingin yang kemarin-kemarin. Yah.. ia memang gadis yang ceroboh dan pelupa paket lengkap untuk kesengsaraan hidup nya, apa lagi ia hanya tinggal seorang diri di Seoul karena orang tuanya sudah meninggal 4 tahun yang lalu. Eunmi pun akhirnya memutuskan menelpon taksi, dari pada ia membeku di halte itu. Setelah itu tak lama kemudian taksi pesananya datang dan megantarnya selamat sampai rumahnya.
***
Eunmi tidak pernah menyangka bahwa menerima teman Jimin yang bernama Yoongi itu dapat membuat penjualan cafenya melonjak hingga 40% . Daebak! Ia belum pernah mendapat keuntungan sebesar ini sebelumnya. Lebih lagi teman Jimin itu sangat tampan, katakan saja ia gila tapi sepertinya Eunmi telah mengalami love at first sight, oh ayolah bahkan dulu ia tidak pernah percaya dengan teori konyol semacam itu.
Hari ini saatnya Jimin dan temannya, Yoongi untuk tampil di cafe Eunmi. Seperti biasa Jimin membawakan lagu dengan sempurna dan Yoongi mendapat banyak hadiah setelah turun dari panggung, kebanyakan hadiah itu dari para pengunjung cafe yang di dominasi oleh para remaja putri. Entah kenapa Eunmi merasa cemburu, “ Fiuh..” Yoongi menghela nafas lalu duduk di bar stool. “ Dua esspreso untuk idola kita hari ini” ujar Eunmi sambil meletakkan dua gelas esspreso di atas meja. “ Gomawo Eunmi-ah” ujar Jimin sambil menyeruput esspreso nya. “ Eunmi-ssi, apa kau sudah punya kekasih?” ujar Yoongi tiba-tiba, “Nde?”sahut Eunmi dengan mata melotot, “uhuk” yang ini Jimin yang tersedak esspreso nya. “anniyo, wae Yoongi-ssi?” tanya Eunmi, sedangkan Jimin menatap dengan was-was. “ Kalau begitu tidak akan ada yang marahkan kalau aku mengajakmu berkencan?” tanya Yoongi sambil melirik Jimin sedangkan yang dilirik hanya bisa memelototkan matanya. “a..anni, keundae kurasa ini sangat tiba-tiba, kita baru saling kenal 2 minggu yang lalu bahkan aku tidak tahu tanggal lahirmu” ujar Eunmi panjang lebar. “aku lahir tanggal 9 maret kelahiran ’93, golongan darah ku O, aku suka warna putih, dan angka favorit ku 3.. otte?” ujar Yoongi dengan cepat. “ E.. keundae Yoongi-ssi..” ucapan Eunmi terputus oleh Yoongi, “ Oppa, panggil aku oppa, sungai Han pukul 7 malam ini.. cha aku pergi” ucap Yoongi cepat lalu segera meninggalkan cafe. Eunmi hanya bisa melongo sampai sebuah tangan menepuk pundaknya halus, “ Siapa itu Eunmi-ah?” ujar pemilik tangan itu yang ternyata Jaeun. “ Eoh.. dia? Penyanyi baru di cafe ini” ujar Eunmi seadanya, dan di tanggapi anggukan kepala oleh Jaeun.
***
Sungguh ini baru pertama kalinya ia bingung mau memakai baju apa hanya untuk jalan-jalan keluar rumah, baiklah katakan ini kencan pertamanya karena ia memang belum pernah kencan sebelumnya. Ini sudah pukul 6 dan ia belum memutuskan baju apa yang akan ia pakai. Setelah 30 menit lamanya akhirnya Eunmi memutuskan memakai mini dress selutut lengan panjang dengan bahan woll yang hangat berwarna putih susu. Yang di padu dengan jas musim dingin berwarna cream tak lupa ia mengenakan syal hangat berwarna coklat hadiah natal tahun lalu dari Jimin. Untuk alas kaki Eunmi memilih wedgess dengan hak 6 cm, berwarna orange dengan hak berwarna cream. Sempurna! Satu kata yang dapat menggambarkan bagaimana penampilan Eunmi saat ini. Tubuh rampingnya nampak indah berbalut minidress yang hangat. Wajah rupawannya nampak lebih manis dengan balutan make up tipis.
***
Yoongi menganga lebar dengan tatapan memuja yang begitu ketaran saat melihat Eunmi dalam balutan mini dress yang membuatnya begitu manis bak dewi aphrodite, baiklah ini memang terdengar berlebihan, tetapi aku hanya menggambarkan apa yang ada di pikiran Yoongi sekarang. “ Wow..” setelah sekian lama terpaku dan membiarkan Eunmi berdiri kikuk, hanya satu kata singkat itu yang terucap dari bibir tipis Yoongi. “ Apa ada yang salah Yoongi-ssi?” tanya Eunmi karena begitu tidak tahan dengan suasana awkward ini. “ Eoh.. anni, dan kau panggil aku apa tadi? Panggil aku oppa, Yoongi oppa, arraseo?” ujar Yoongi ketika sadar dari lamunannya. “ Arraseo, Yoongi oppa..” ujar Eunmi sedikit ragu. “ Bagus, kalau begitu ayo mulai kencan kita!” ujar Yoongi semangat.
***
Eunmi begitu menikmati kencannya hari ini. Mereka pergi ke Lotte World lalu ke rumah makan china dan makan jjangmyun dan hot pot disana. Kencan sederhana yang menyenangkan. Ia merebahkan tubuhnya di atas kasur queen zise miliknya. Drrt.. drrt.. hanphone nya bergetar tanda ada sms masuk, ia pun membuka pesannya :
-from: Yoongi oppa^^
Selamat tidur malaikat ku, jangan lupa berkunjung ke mimipi ku ya.. aku juga akan mengunjungi mimpimu :*
Blush.. Eunmi merona seketika membaca pesan dari Yoongi, uuh.. bagaimana bisa namja dengan wajah sleepy itu mengiriminya pesan seperti itu. Ini benar-benar memalukan. Ia bahkan bingung harus menjawab apa.
To : Yoongi oppa^^
Ne oppa, jalja
Sedangkan di sebrang sana Yoongi melompat dari kasur dan berteriak kegirangan hanya dengan balasan tiga kata dari Eunmi.

TBC